Sambutan Direktur PUTM
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Segala puji bagi Allah SWT, Rabb semesta alam, yang telah menjadikan ilmu sebagai cahaya dan ulama sebagai pewaris para nabi. Shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan para penerus risalahnya hingga akhir zaman.
Selamat datang di laman resmi Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Atas nama seluruh civitas PUTM, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bapak/Ibu/Saudara yang telah berkenan menyambangi rumah ilmu ini—baik dalam rangka menelusuri sejarah, mengenal program akademik, mencari informasi penerimaan thalabah baru, maupun menjalin silaturahim keilmuan.
Lembaga yang kami emban amanahnya hari ini lahir dari kegelisahan mulia KH. Raden Umar Afandi pada tahun 1968, yang menyaksikan kelangkaan kader ulama ahli tarjih di tengah pesatnya perkembangan Persyarikatan. Berbekal restu para tokoh tarjih seperti KH. KRT Wardan Diponingrat, beliau merintis sebuah sekolah kader ulama yang berakar pada turats (kitab kuning) dan berpijak pada manhaj tarjih Muhammadiyah. Lebih dari lima dasawarsa kemudian, ikhtiar tersebut terus mengalir melalui estafet kepemimpinan para direktur terdahulu dan ribuan alumni yang kini berkhidmat di berbagai medan dakwah, pendidikan, dan kemasyarakatan.
Sebagai kawah candradimuka kaderisasi ulama, PUTM mengusung sebuah karakter pendidikan yang khas, yaitu integrasi empat pilar keilmuan: pertama, penguasaan turats sebagai akar otoritas keilmuan Islam klasik; kedua, ilmu-ilmu kemoderenan—mencakup sains, filsafat, ilmu sosial, dan kajian kontemporer—sebagai instrumen membaca realitas zaman; ketiga, manhaj tarjih sebagai metodologi berijtihad yang menjaga konsistensi epistemologi Muhammadiyah; dan keempat, hasil-hasil ijtihad Majelis Tarjih dan Tajdid sebagai rujukan keagamaan yang otoritatif bagi warga Persyarikatan dan umat secara luas. Integrasi inilah yang kami yakini sebagai resep menghasilkan ulama yang berakar kuat, berpikiran terbuka, dan berpijak teguh pada manhaj Muhammadiyah.
Untuk mendukung kompetensi tersebut, PUTM memberikan penekanan istimewa pada penguatan bahasa Arab dan bahasa Inggris sebagai dua sayap keilmuan yang tidak bisa ditawar. Bahasa Arab adalah kunci untuk mengakses turats secara langsung dan otentik, sementara bahasa Inggris menjadi jendela menuju khazanah keilmuan modern dan forum percakapan global. Kedua bahasa ini bukan sekadar mata pelajaran tambahan, melainkan dijadikan basis bagi seluruh jenis kompetensi yang dibangun di PUTM—mulai dari kompetensi keulamaan, akademik, dakwah, hingga kepemimpinan. Proses pendidikan ditempuh selama empat tahun dengan sistem pesantren (diasramakan), dilanjutkan dengan pengabdian dua tahun di Persyarikatan dan Amal Usaha Muhammadiyah sebagai bentuk pematangan kader sekaligus kontribusi nyata bagi umat. Pengabdian ini diteguhkan oleh firman Allah dalam QS. Fathir [35]: 28, "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama."
Di tengah arus deras informasi keagamaan, maraknya ekstremisme, serta tantangan disrupsi digital, kebutuhan akan ulama yang wasatiyah, otoritatif, dan rahmatan lil 'alamin menjadi semakin mendesak. Untuk itu, PUTM terus berbenah—memperbarui kurikulum, memperkuat sinergi dengan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, menjalin kerja sama akademik dengan UMY dan UAD serta PTMA lainnya, mendigitalisasi layanan termasuk Penerimaan Thalabah Baru, serta mempersiapkan gedung kampus baru di Klaten sebagai babak baru pengembangan kelembagaan. Semua ini tidak akan terwujud tanpa dukungan tulus dari Persyarikatan, alumni, para muhsinin, dan masyarakat luas yang peduli pada kelangsungan kaderisasi ulama.
Akhirnya, kepada para generasi muda Muhammadiyah yang merasa terpanggil untuk mengabdikan hidupnya di jalan ilmu dan dakwah, kami membuka pintu seluas-luasnya untuk bergabung menjadi thalabah dan thalibat PUTM. Semoga laman ini menjadi sarana informasi, inspirasi, sekaligus jembatan ukhuwah bagi siapa pun yang merindukan hadirnya ulama-ulama pewaris nabi di bumi Indonesia. Jazakumullahu khairan katsira atas perhatian dan dukungannya. Nashrun minallahi wa fathun qarib.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Sejarah Singkat PUTM
Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM)
Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Pada tahun 1968 ketika Majelis Tarjih Pimpinan Pusat Muhammadiyah diketuai oleh KH. Kanjeng Raden Tumenggung Wardan Diponingrat, beliau merekrut KH Raden Umar Afandi sebagai anggota Majelis Tarjih bersama kyai-kyai yang lain. Pengangkatan KH Raden Umar Afandi sebagai anggota Majelis Tarjih adalah didasarkan kepada kealimannya dan lebih lagi kepada kepiawaiannya dalam membaca turats (kitab kuning).
Sejak duduk di Majelis Tarjih timbul khawatir dalam diri KH. Raden Umar Afandi akan kelangkaan kader ulama, setelah melihat banyaknya ulama tarjih yang sudah tua dan mulai tidak produktif, bahkan kemudian satu demi satu meninggal dunia. Sementara pada waktu itu di kalangan generasi muda Muhammadiyah tidak banyak yang mempunyai animo untuk belajar mendalami ilmu agama. Kelangkaan ulama yang memiliki kemampuan tarjih mungkin belum terprediksi oleh anggota tarjih generasi awal, namun KH. Raden Umar Afandi memandang pentingnya pendidikan yang diorientasikan secara khusus menjadi ulama ahli fikih yang sejalan ideologi Muhammadiyah di masa depan.
KH Raden Umar Afandi paham betul bahwa sejak awal didirikannya, misi utama Muhammadiyah sebagai organisasi keagamaan Islam adalah pembaharuan atau tajdid pemahaman Agama Islam. Seiring dengan berjalannya waktu perkembangan Muhammadiyah semakin merebak di berbagai wilayah, daerah dan ranting, demikian pula perkembangan amal usahanya. Dalam pikiran KH Raden Umar Afandi harus dibarengi dengan kualitas dan kuantitas ulamanya. Untuk itu perlu hadirnya lembaga pendidikan ulama khusus yang mengajarkan turats.
Melalui tahapan diskusi, rapat dan perenungan yang mendalam para anggota Majelis, keinginan kuat KH Umar Afandi mendirikan lembaga pendidikan kader ulama tarjih terjawab. Pada tanggal 12 Muharram 1388 H atau tanggal 10 April 1968 M sekolah kader tarjih dibuka secara resmi dengan nama Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) di Yogyakarta dan sekaligus KH. Raden Umar Afandi yang diberi amanat sebagai pengelolanya.
Dalam menentukan formalisasi pendidikan, seperti dasar dan arah atau tujuan serta materi-materi yang perlu diajarkan KH. Raden Umar Afandi meminta pendapat kepada ulama-ulama tarjih yang lebih senior dari pada dirinya, seperti KH. KRT Wardan Diponingrat, KRH Hadjid dan lain-lain. Pada awalnya penerimaan thalabah hanya untuk laki-laki dan dilakukan 4 tahun sekali, kemudian pada tahun 2007 penerimaan thalabah dilakukan per 2 tahun dan mulai tahun 2009 dilakukan penerimaan satu kali setiap tahun. Pada tahun 2009 ini juga mulai dibuka penerimaan thalibat (perempuan).
Di samping itu mulai tahun 2009 sebagian thalabah baru PUTM yang telah memenuhi persyaratan terdaftar sebagai mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan sebagian lagi terdaftar sebagai mahasiswa Program Studi Tafsir Hadis (sekarang Program Ilmu Hadis) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta dengan bebas biaya perkuliahan dan subsidi biaya konsumsi dan akomodasi
Visi PUTM
Terwujudnya lembaga pendidikan ulama tarjih yang berkualitas dalam menyiapkan kader-kader ulama dan zuama yang memiliki kepribadian Muhammadiyah, kemampuan akademik, professional dan tangguh dalam menyebarluaskan risalah islamiyah demi meningkatkan kesejahteraan umat manusia
Misi PUTM
- Menyelenggarakan kegiatan akademik secara professional yang relevan dengan tujuan persyarikatan
- Menyelengarakan penelitian dan pengabdian untuk memenuhi kompetensi sebagai ulama dan zuama yang tangguh dalam menyebarluaskan risalah islamiyah
- Memberikan layanan kepakaran kepada masyarakat yang berorientasi pada pembentukan ulama dan zuama Muhammadiyah demi meningkatkan kesejahteraan umat
Tujuan PUTM
- Menghasilkan kader ulama, zuama, dan akademisi yang professional dan berkepribadian Muhammadiyah
- Melakukan pembekalan kompentensi, keterampilan, penelitian, dan pengabdian sebagai kader ulama dan zuama yang tangguh, siap berjuang dan beramal menuju terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya
- Mengembangkan dan menyebarluaskan risalah Islamiyah demi meningkatkan kesejahteraan umat manusia
Profil Pimpinan PUTM
Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM)
Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Muhammad Rofiq Muzakkir, Lc., M.A., P.hD
Direktur PUTM Pimpinan Pusat Muhammadiyah
- Email:muhammadrofiq@umy.ac.id
Muhajjir Al Mahmudi, S.Pd.I., M.H
Wakil Direktur I Bidang Akademik dan Pengabdian
- Email:muhajir2206al@gmail.com
Endi Prasetyo, S.Th.I., M.H
Wakil Mudir II Bidang Keuangan dan Aset
Fathu Rabbani, Lc
Wakil Mudir III Bidang Kethalabahan dan Kelembagaan
- Email:bani.jogja@gmail.com
Linimasa PUTM
Video Profil PUTM
Mudir PUTM dari Masa ke Masa

KH. Umar Afandi
(1968-1977)

KH. Suprapto Ibnu Juraimi
(1989-1997) dan (2003-2008)

KH. Ghazali Mukri
(1999-2002)

Prof. Drs. H. Saad Wahid
(2009-2016)

Drs. H. Dahwan Muchrodji, M.Si.
(2016-2026)
Makna Logo PUTM
Logo

Logo PUTM berbentuk lima kelopak bunga yang melingkari dengan gambar matahari 12 sinar yang memancar ke segenap penjuru

Logo matahari dijadikan inti lambang memberikan penegasan bahwaPUTM merupakan salah satu amal usaha Muhammadiyah berdiri dibawah panji panji Persyarikatan Muhammadiyah dan oleh karena itu seluruh nafas, gerak dan aktifitasnya senantiasa wajib diselaraskan dengan keyakinan dan cita-cita hidup Muhammadiyah.

Padi dan kapas yang melingkari matahari melambangkan kesejahteraan dan kemakmuran.

Lima kelopak bunga yang melingkar melambangkan Pancasila sebagai dasar dan falsafah negara Republik Indonesia. Dan sekaligus melambangkan Dinnul Islam yang ditegakkan di atas lima prisip: Dua Kalimah Syahadat, Shalat, Puasa Ramadhan, Menunaikan Zakat dan Haji ke Baitullah. Lima kelopak bunga ini melatar belakangi gambar matahari yang dilingkari oleh padi dan kapas.

Ayat al-Qur’an surat Fathir (35): 28 melambangkan ketaqwaan, keulamaan dan keshaihan. Tahun 1968 adalah menunjukkan tahun berdirinya PUTM. PENDIDIKAN ULAMA TARJIH MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA adalah nama dan lokasi pendidikan tinggi Muhammadiyah
Warna

Warna biru melambangkan kejernihan dan dalamnya ilmu.

Warna kuning melambangkan kebahagiaan, optimis dan pencerahan bagi manusia.

Warna Hijau melambangkan kemakmuran.

Warna Putih melambangkan kesucian, kebersihan, kemurnian, kesederhanaan, dan kedamaian
