Sambutan Mudir PUTM

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Selamat datang di official website Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah, lembaga kaderisasi yang berfokus pada pembinaan calon ulama sebagai kader Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah. Website ini menyajikan informasi mengenai program pendidikan, kurikulum tarjih, kegiatan keilmuan, serta dinamika kehidupan santri dalam lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah.

Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah berkomitmen mencetak ulama yang kokoh dalam manhaj, mendalam dalam keilmuan, dan responsif terhadap tantangan zaman. Proses pendidikan diarahkan pada penguatan Al-Qur’an dan Sunnah, metodologi tarjih, pemanfaatan teknologi, serta integrasi nilai-nilai Islam berkemajuan untuk mendukung peran ulama dalam dakwah, tajdid, dan pelayanan umat.

Kami terus menjaga mutu melalui sistem pembinaan berkelanjutan, penguatan tradisi ilmiah, serta kolaborasi dengan Majelis Tarjih dan Tajdid, pimpinan Persyarikatan, alumni, dan masyarakat. Semoga website ini menjadi sarana informasi dan inspirasi dalam menyiapkan kader ulama Muhammadiyah yang unggul, berakhlak, dan berdaya guna bagi umat dan bangsa.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sejarah Singkat PUTM

Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) 
Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pada tahun 1968 ketika Majelis Tarjih Pimpinan Pusat Muhammadiyah diketuai oleh KH. Kanjeng Raden Tumenggung Wardan Diponingrat, beliau merekrut KH Raden Umar Afandi sebagai anggota Majelis Tarjih bersama kyai-kyai yang lain.  Pengangkatan KH Raden Umar Afandi sebagai anggota Majelis Tarjih adalah didasarkan kepada kealimannya dan lebih lagi kepada kepiawaiannya dalam membaca turats (kitab kuning).

Sejak duduk di Majelis Tarjih timbul khawatir dalam diri KH. Raden Umar Afandi akan kelangkaan kader ulama, setelah melihat banyaknya ulama tarjih yang sudah tua dan mulai tidak produktif, bahkan kemudian satu demi satu meninggal dunia. Sementara pada waktu itu di kalangan generasi muda Muhammadiyah tidak banyak yang mempunyai animo untuk belajar mendalami ilmu agama. Kelangkaan ulama yang memiliki kemampuan tarjih mungkin belum terprediksi oleh anggota tarjih generasi awal, namun KH. Raden Umar Afandi memandang pentingnya pendidikan yang diorientasikan secara khusus menjadi ulama ahli fikih yang sejalan ideologi Muhammadiyah di masa depan.

KH Raden Umar Afandi paham betul bahwa sejak awal didirikannya, misi utama Muhammadiyah sebagai organisasi keagamaan Islam adalah pembaharuan atau tajdid pemahaman Agama Islam. Seiring dengan berjalannya waktu perkembangan Muhammadiyah semakin merebak di berbagai wilayah, daerah dan ranting, demikian pula perkembangan amal usahanya. Dalam pikiran KH Raden Umar Afandi harus dibarengi dengan kualitas dan kuantitas ulamanya. Untuk itu perlu hadirnya lembaga pendidikan ulama khusus yang mengajarkan turats.

Melalui tahapan diskusi, rapat dan perenungan yang mendalam para anggota Majelis, keinginan kuat KH Umar Afandi mendirikan lembaga pendidikan kader ulama tarjih terjawab. Pada tanggal 12 Muharram 1388 H atau tanggal 10 April 1968 M sekolah kader tarjih dibuka secara resmi dengan nama Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) di Yogyakarta dan sekaligus KH. Raden Umar Afandi yang diberi amanat sebagai pengelolanya.

Dalam menentukan formalisasi pendidikan, seperti dasar dan arah atau tujuan serta materi-materi yang perlu diajarkan KH. Raden Umar Afandi meminta pendapat kepada ulama-ulama tarjih yang lebih senior dari pada dirinya, seperti KH. KRT Wardan Diponingrat, KRH Hadjid dan lain-lain. Pada awalnya penerimaan thalabah hanya untuk laki-laki dan dilakukan 4 tahun sekali, kemudian pada tahun 2007 penerimaan thalabah dilakukan per 2 tahun dan mulai tahun 2009 dilakukan penerimaan satu kali setiap tahun. Pada tahun 2009 ini juga mulai dibuka penerimaan thalibat (perempuan).

Di samping itu mulai tahun 2009 sebagian thalabah baru PUTM yang telah memenuhi persyaratan terdaftar sebagai mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan sebagian lagi terdaftar sebagai mahasiswa Program Studi Tafsir Hadis (sekarang Program Ilmu Hadis) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta dengan bebas biaya perkuliahan dan subsidi biaya konsumsi dan akomodasi

Visi PUTM

Terwujudnya lembaga pendidikan tinggi Muhammadiyah/Aisyiyah yang berkualitas dan mampu menyiapkan kader-kader ulama dan zuama Muhammadiyah/Aisyiyah.

Misi PUTM

  1. Menyelenggarakan program-program akademik yang relevan dengan tujuan persyarikatan.
  2. Menyelengarakan penelitian untuk memenuhi kompetensi sebagai ulama dan zuama.
  3. Memberikan layanan kepakaran kepada masyarakat yang berorientasi pada pembentukan ulama dan zuama Muhammadiyah/Aisyiyah.

Tujuan PUTM

  1. Menjadikan thalabah sebagai kader ulama dan zuama yang berkepribadian Muhammadiyah.
  2. Menjadikan thalabah sebagai kader ulama dan zuama yang mempunyai    kemampuan akademik, professional dan beramal menuju terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.
  3. Mengembangkan dan menyebarluaskan risalah Islamiyah demi meningkatkan kesejahteraan umat manusia.

Profil Pimpinan PUTM

Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) 
Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Drs. H. Dahwan Muchrodji, M.Si

Mudir

Riwayat Pendidikan Keahlian

Muhajjir Al Mahmudi, S.Pd.I, M.H

Wakil Mudir I

Riwayat Pendidikan Keahlian

Endi Prasetyo, S.Th.I., M.H.

Wakil Mudir II

Riwayat Pendidikan Keahlian

Linimasa PUTM

Video Profil PUTM

Mudir PUTM dari Masa ke Masa

KH. Umar Afandi

(1968-1977)

KH. Suprapto Ibnu Juraimi

(1989-1997) dan (2003-2008)

KH. Ghazali Mukri

(1999-2002)

Prof. Drs. H. Saad Wahid

(2009-2016)

Makna Logo PUTM

Logo

Logo PUTM berbentuk lima kelopak bunga yang melingkari dengan gambar matahari 12 sinar yang memancar ke segenap penjuru

Logo matahari dijadikan inti lambang memberikan penegasan bahwaPUTM merupakan salah satu amal usaha Muhammadiyah berdiri dibawah panji­ panji Persyarikatan Muhammadiyah dan oleh karena itu seluruh nafas, gerak dan aktifitasnya senantiasa wajib diselaraskan dengan keyakinan dan cita-cita hidup Muhammadiyah.

Padi dan kapas yang melingkari matahari melambangkan kesejahteraan dan kemakmuran.

Lima kelopak bunga yang melingkar melambangkan Pancasila sebagai dasar dan falsafah negara Republik Indonesia. Dan sekaligus melambangkan Dinnul Islam yang ditegakkan di atas lima prisip: Dua Kalimah Syahadat, Shalat, Puasa Ramadhan, Menunaikan Zakat dan Haji ke Baitullah. Lima kelopak bunga ini melatar belakangi gambar matahari yang dilingkari oleh padi dan kapas.

Ayat al-Qur’an surat Fathir (35): 28 melambangkan ketaqwaan, keulamaan dan keshaihan. Tahun 1968 adalah menunjukkan tahun berdirinya PUTM. PENDIDIKAN ULAMA TARJIH MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA adalah nama dan tempat pendidikan tinggi muhammadiyah

Warna

biru 1 (1)

Warna biru melambangkan kejernihan dan dalamnya ilmu.

biru 1 (4)

Warna kuning melambangkan kebahagiaan, optimis dan pencerahan bagi manusia.

biru 1 (3)

Warna Hijau melambangkan kemakmuran.

putih warna

Warna Putih melambangkan kesucian, kebersihan, kemurnian, kesederhanaan, dan kedamaian