YOGYAKARTA — Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) menyelenggarakan Studium Generale bagi thalabah semester VII di Gedoeng Muhammadijah, Jalan K.H.A. Dahlan Nomor 103, Yogyakarta, Sabtu (29 Rabiulakhir 1448 H/10 Oktober 2026 M).
Kegiatan tersebut menghadirkan Prof. Ai Fatimah Nur Fuad, Lc., M.A., M.Si., Ph.D. sebagai pemateri. Selama satu setengah jam, ia membekali para thalabah dengan wawasan dan kesiapan yang diperlukan untuk melanjutkan studi, baik di dalam maupun luar negeri.
Berbekal pengalamannya sebagai reviewer program beasiswa ke berbagai negara, Ai Fatimah menguraikan tiga hal yang perlu dipersiapkan calon penerima beasiswa.
Pertama, calon pelamar harus memiliki pengetahuan yang memadai tentang negara tujuan. Pilihan negara tidak cukup didasarkan pada keinginan, tetapi perlu disertai alasan rasional dan akademik serta kesiapan mental untuk tinggal dan belajar di lingkungan yang berbeda.
Kedua, calon mahasiswa harus memiliki kompetensi untuk menjalani studi hingga tuntas. Menurutnya, setiap negara mempunyai sistem akademik yang berbeda. Ketidaksiapan dalam beradaptasi dapat menjadi hambatan dalam menyelesaikan berbagai tuntutan akademik.
Ketiga, pelamar perlu memiliki rencana kontribusi yang jelas setelah menyelesaikan studi. Ilmu yang diperoleh harus memberi manfaat dan mempunyai arah pengabdian yang terukur.
Ai Fatimah juga menceritakan pengalamannya menjalankan tugas sebagai reviewer beasiswa di lingkungan Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama Ustaz Adi Hidayat. Pengalaman tersebut menjadi pijakan dalam menjelaskan aspek-aspek yang biasanya dinilai dari seorang calon penerima beasiswa.

Dalam pemaparannya, ia menyoroti tantangan keagamaan di tengah globalisasi, perkembangan kecerdasan buatan, dan kemajuan teknologi digital. Kondisi tersebut, menurutnya, membutuhkan lebih banyak orang yang memiliki otoritas keilmuan dalam bidang agama.
“Jadilah pribadi yang otoritatif dan berintegritas,” pesannya kepada para thalabah.
Ia juga mendorong thalabah PUTM agar tidak berhenti sebagai penerima pengetahuan. Mereka perlu menjadi pembelajar yang tumbuh secara alami, peka terhadap perubahan, dan mampu mengembangkan ilmu sesuai kebutuhan masyarakat.
“Jadilah pembelajar yang organik. Jadilah ‘inang’ bagi ideologi Muhammadiyah,” ujarnya.
Pesan tersebut menempatkan studi lanjut bukan sekadar jalan memperoleh gelar akademik. Thalabah juga dituntut menjaga identitas keulamaan, memperkuat integritas, dan membawa nilai-nilai Muhammadiyah ke ruang pengabdian yang lebih luas.
Suasana Studium Generale berlangsung hangat. Para thalabah mengikuti pemaparan dengan antusias dan terlibat dalam sesi tanya jawab bersama pemateri. Diskusi itu memberi ruang bagi peserta untuk menggali lebih jauh mengenai persiapan beasiswa, tantangan studi di luar negeri, dan arah kontribusi setelah menyelesaikan pendidikan.
Melalui kegiatan ini, PUTM berharap thalabah semester VII dapat mempersiapkan studi lanjut secara lebih matang, mulai dari menentukan negara dan perguruan tinggi tujuan hingga menyusun rencana kontribusi setelah kembali ke masyarakat.

